Cugenang Gifted School yang berdiri di daerah Cianjur, Jawa Barat, sejak tahun 2010, adalah sekolah yang ditujukan bagi anak berbakat (gifted) dengan tujuan untuk membantu sesama. Anak gifted memang berbeda dengan anak pintar. Mereka punya kelebihan tapi di sisi lain juga punya kekurangan. Dan selama ini, sekolah khusus untuk anak seperti itu memang belum ada di Indonesia. Cugenang Gifted School memang didedikasikan untuk kaum dhuafa dan bersifat gratis. Kalau orang mampu yang memiliki anak gifted, mereka bisa saja menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Tapi bagi golongan ekonomi lemah, kebutuhan pendidikan akan menjadi nomor ke sekian.

Dengan menggagas konsep pendidikan yang melibatkan psikolog dan budayawan, anak-anak gifted memiliki daya tangkap dan pemikiran sangat jauh ke depan. Terutama jika dibandingkan anak-anak seusia mereka pada umumnya. Mereka juga punya daya kreativitas dan komitmen lebih tinggi. Meskipun hal tersebut jarang ada yang bisa tersalurkan. Tak heran karena lingkungan sekitar kurang paham. Kita sering mendengar anak-anak gifted kerap dicap bandel, suka melawan, pemberontak, dan sulit diatur. Pelarian mereka pun banyak ke hal-hal seni yang membuatnya tidak terkekang. Maka dari itu, banyak yang kemudian menjadi seniman.

Anak-anak gifted dianggap memerlukan usaha ekstra untuk bisa bersaing di masyarakat. Namun, jika sudah suka sama satu hal, mereka akan melesat luar biasa. Di sekolah ini, anak-anak gifted diberi kebebasan memilih apa yang mereka sukai. Caranya dengan memfasilitasi berbagai hal yang sifatnya memperkaya wawasan si anak, jadi bisa berkembang seoptimal mungkin. Program di Cugenang Gifted School pun dirancang berbeda, yakni hanya 9 tahun (SD 5 tahun, SMP 2 tahun, SMA 2 tahun). Sekolah ini juga mendapat akreditasi A di kategorinya. Namun hal itu bukanlah segalanya, mengingat yang diterapkan sekolah ini adalah benar-benar kurikulum standar nasional plus sesuai kebutuhan. Soal akreditasi, setidaknya hal itu bisa membuat orang tua murid merasa yakin jika anaknya bersekolah di sini.

Namun, tidak bisa ditampik ada beberapa kesulitan diawal pendirian Cugenang Gifted School. Terutama dari segi tenaga pengajar. Meski telah mempersiapkan guru yang benar-benar memahami anak gifted, tapi tetap diperlukan tehnik mengajar yang berbeda. Bagi guru yang mengajar konvensional pasti akan terkaget-kaget karena daya tangkap anak gifted yang cepat luar dan luar biasa. Terkadang, kalau si anak sedang tidak mood, juga diperlukan trik tertentu. Contohnya, ada satu murid yang tidak pernah mau mencatat pelajaran. Tapi kalau ditanya dia selalu bisa menjawab. Ada juga seorang anak yang sudah mahir belajar alat musik dalam tiga bulan.

Lalu ada siswa kelas 1 SD yang mengikuti lomba debat Bahasa Inggris dan mampu mengalahkan anak kelas 6 SD. Bahkan, pernah pula ada guru yang diboikot oleh salah satu murid, karena murid itu punya visi ingin mengintimidasi si guru tersebut agar keluar. Pasalnya si anak mengalami cacat dan minder, dan untuk tetap bertahan ia memilih strategi menghasut dan mengintimidasi anak-anak lain. Padahal, itu hanya bentuk ketakutannya saja karena sebetulnya tidak ada dari guru-guru maupun murid lain yang suka mengejeknya.

Pihak sekolah tentu saja harus menyeleksi murid yang bisa diterima di Cugenang Gifted School. Yakni dengan menyaring anak berusia maksimal 8 tahun yang kemampuannya diukur dalam rangkaian tes dengan didampingi oleh psikolog. Tes tersebut berupa tes IQ, kreativitas, dan komitmen. Selain itu, juga dilihat latar belakang keluarganya dan ada sesi wawancara dengan orangtua. Karena kalau si anak terlalu ekstrem dan ada indikasi kekerasan, tidak mungkin diterima.

Pernah ada kejadian di mana seorang siswa kerap membawa pisau untuk menakut-nakuti siswa lain. Setelah ditelusuri ternyata setiap hari si anak tersebut sering melihat peristiwa KDRT di rumahnya. Siswa itu pun akhirnya diberikan terapi. Oleh karena itu syarat umur juga menjadi hal terpenting. Karena di bawah usia 8 tahun saja sudah sulit untuk mengatasi anak-anak gifted, apalagi di atas usia tersebut.

Pencarian dan rekomendasi anak-anak gifted itu diperoleh dari hasil roadshow ke PAUD-PAUD, keterangan dari ketua RT setempat, juga menyebarkan informasi keberadaan Cugenang Gifted School ke penduduk sekitar. Pengelola sekolah juga kerap berkampanye ke sekolah-sekolah umum, dan bekerja sama dengan Babinsar di daerah. Hal yang jauh lebih penting, sejak awal orangtua dilibatkan dalam pendidikan anak-anak gifted. Sekolah ini bentuknya asrama. Di sini, anak-anak gifted bukan berarti dibuang, tapi justru menunjukkan bahwa orangtua menginginkan yang terbaik untuk masa depan dan pendidikan si anak. Orangtua juga bisa tetap bertemu sebulan sekali dengan anak-anaknya, baik menginap di asrama atau si anak dibawa pulang ke rumah.

Hasilnya, banyak orangtua yang terkejut dengan perubahan pada anak-anak mereka. Mulai dari kedisiplinan, keaktifan, hingga kecerdasan. Itu sebabnya sekolah ini secara rutin memberikan hasil observasi terhadap si anak. Jika anak mau dibawa pulang ke rumah, orangtua juga diberi arahan. Para murid Cugenang Gifted School berasal dari berbagai kota, seperti Bandung, Cianjur, Sukabumi, Bogor, dan Depok. Ke depannya, Cugenang Gifted School akan berupaya terus memperkaya wawasan anak didiknya dengan mengundang science club dan hobi. Selain itu, akan dibangun pula community centre sebagai ajang para siswa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Mereka menganggap ini sebagai nobel industry, yakni melakukan kegiatan sosial tapi dengan cara dan pemikiran yang profesional.

 

CUGENANG GIFTED SCHOOL :
Kampung Angkrong, Desa Talaga Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
0263 – 501 8132